Ku kira akulah yang akan jadi
Pemenang, nyatanya aku hanya menjadi penenang
Ketika aku mencintanya Dengan
Sungguh Ternyata Ia Datang Hanya Untuk Singgah. Ku korbankan Semua Waktu dan
Fikiranku untuk Orang Yang Pernah Membuatku Merasa Bahwa Aku ini adalah Orang
Yang Begitu Sangat Beruntung di Dunia ini. Hingga Akhirnya, Keberuntungan itu
Membawaku Kedalam Keadaan dimana aku menjadi Orang Yang Paling Jatuh, jatuh
karena semua Harapan Yang telah ia Berikan Membuatku Hilang Arah Seakan Tak ada
Tujuan. Semesta Sedang Tidak Berpihak Kepadaku, Seakan Aku di Kucilkan dan di
Asingkan dari Segala Perjuangan Yang Telah Aku Lakukan. Bodoh Lagi-Lagi Aku
Menyalahkan Kenyatan Yang Ada. Tapi Semua Terjadi Begitu Saja, Setidaknya Jika
Memang Tidak Bisa Memberikan Kesan Jangan Kau Tinggalkan Goresan. Taukah Kamu
Betapa Hebatnya Dirimu, Kamu Pandai Merangkai Pertemuan Sedangkan Aku Sangat
Payah Menghadapi Perpisahan. Mungkin Untuk Saat ini Aku Hanya Perlu Menerima
Sebab Menerima Bukanlah Suatu Hal Yang Hina Karena ada Sebab Yang Tak Bisa Ku
Tentang. Hingga Akhirnya Kehendak Yang Tak Berpihak Menjadi Jalan. Terimakasih
atas Semua Waktumu yang Telah Kau Luangkan Untukku. Terimakasih Karena Pernah
Membuatku Merasa Utuh. Terimakasih Karena Pernah Menjadi Bagian dari Cerita
Hidupku. Kau adalah Rinduku Yang Tak Pernah Selesai Tempatku Berkeluh Kesah
Meski Aku Sangat Lelah dan Aku Pura – Pura Tidak Lelah. Sebab di Mataku Kau Itu
Nyata. Tak Hanya di Kehidupanku Tetapi Nyata Juga di Hatiku. KAU SEMPURNA
Segala Doa, Usaha, Perjuangan, Kasih dan Sayang, Semua Ku Lakukan Demi Kamu.
Aku Bahagia Menjadi Aku Yang Mencintaimu.
Ketika aku mencintanya Dengan
Sungguh Ternyata Ia Datang Hanya Untuk Singgah. Ku korbankan Semua Waktu dan
Fikiranku untuk Orang Yang Pernah Membuatku Merasa Bahwa Aku ini adalah Orang
Yang Begitu Sangat Beruntung di Dunia ini. Hingga Akhirnya, Keberuntungan itu
Membawaku Kedalam Keadaan dimana aku menjadi Orang Yang Paling Jatuh, jatuh
karena semua Harapan Yang telah ia Berikan Membuatku Hilang Arah Seakan Tak ada
Tujuan. Semesta Sedang Tidak Berpihak Kepadaku, Seakan Aku di Kucilkan dan di
Asingkan dari Segala Perjuangan Yang Telah Aku Lakukan. Bodoh Lagi-Lagi Aku
Menyalahkan Kenyatan Yang Ada. Tapi Semua Terjadi Begitu Saja, Setidaknya Jika
Memang Tidak Bisa Memberikan Kesan Jangan Kau Tinggalkan Goresan. Taukah Kamu
Betapa Hebatnya Dirimu, Kamu Pandai Merangkai Pertemuan Sedangkan Aku Sangat
Payah Menghadapi Perpisahan. Mungkin Untuk Saat ini Aku Hanya Perlu Menerima
Sebab Menerima Bukanlah Suatu Hal Yang Hina Karena ada Sebab Yang Tak Bisa Ku
Tentang. Hingga Akhirnya Kehendak Yang Tak Berpihak Menjadi Jalan. Terimakasih
atas Semua Waktumu yang Telah Kau Luangkan Untukku. Terimakasih Karena Pernah
Membuatku Merasa Utuh. Terimakasih Karena Pernah Menjadi Bagian dari Cerita
Hidupku. Kau adalah Rinduku Yang Tak Pernah Selesai Tempatku Berkeluh Kesah
Meski Aku Sangat Lelah dan Aku Pura – Pura Tidak Lelah. Sebab di Mataku Kau Itu
Nyata. Tak Hanya di Kehidupanku Tetapi Nyata Juga di Hatiku. KAU SEMPURNA
Segala Doa, Usaha, Perjuangan, Kasih dan Sayang, Semua Ku Lakukan Demi Kamu.
Aku Bahagia Menjadi Aku Yang Mencintaimu.
Komentar