Sore itu keberanianku muncul lagi…
Diantara ucapan selamat tinggal kita
berjumpa lagi…
Berjumpa
bukan dengan rasa bahagia yang pernah ada…
Sederhana , biasa, hanya saling tenggang rasa…
Aku
hanya ingin melawan rasa egois dalam diri sendiri…
Aku
tak ingin berharap lebih lagi…
Karena
aku tidak diberi…
Aku
ingin terlihat biasa saja…
Membuka
pembicaraan dengan menanyakan sesuatu yang sewajarnya…
Sejatinya
aku hanya melihat dibalik terpejamnya hati…
Memaksa
untuk mengabaikan semua imaji…
Yang
tidak mungkin semua untuk terjadi…
Ikut
tertawa , dalam diri…
Yang
sebenarnya sedang di uji…
Bila
dibuat cerita, mungkin hanya sepenggal
makna namun jelas…
Bila
dibuat sajak atau puisi , mungkin hanyalah kecakapan kata yang jelas…
Namun,
Bila
berbicara dan bercerita denganmu langsung..
Itu
akan selalu teringat seperti seolah tidak pernah ada hati yang saling melukai..
Ketika
aku menulis ini,
aku
hanya menjadi ( selalu ) teringat akan kejadian –kejadian bersamamu..
Tenanglah
Hati…
Itu
hanyalah salah satu cerita kita
yang
bahkan oranglain tidak ada yang bisa ( Lebih ) mengerti
cukup
kita berdua aja yang tau yaa…
Komentar