SEBAB - AKIBAT



Sebab,
kepada kamu yang akan mencintaiku di kemudian hari, sebelum kamu memutuskan mencintaiku ada beberapa hal yang kamu harus tau tentang aku. aku bukanlah sosok yang baik. Aku hanyalah seseorang yang biasa – biasa saja. Impianku pun juga biasa. Bisa di cintai kembali oleh orang yang ku cintai. Tapi percayalah kalau ku katakana sampai sekarang mimpi itu masih belum tercapai. Karena aku belum menemukan orangnya. Tentu saja aku sudah pernah mencintai, sayangnya perasaan itu jarang sekali terbalaskan. Mungkin impian ku yang masih terlalu tinggi. Untuk orang yang biasa saja sepertiku. aku lebih senang menghabiskan waktu bersama orang – orang terdekat bercanda dan berbagi cerita perihal hidup di dunia. Aku mungkin memang tak bisa semanis oranglain, yang hanya dengan tersenyum bisa membuatmu terasa sempurna. Aku justru akan sering menguji kesabaranmu dengan selalu berdebat denganmu , karena bagiku akan terasa membosankan jika kamu hanya menuruti keinginku atau aku yang selalu menuruti kemauanmu. Aku juga ingin tau isi kepalamu dan apakah kamu mendengar dan memikirkan pendapatku meskipun itu salah. Lalu bagaimana jika aku benar dan kamu salah. apakah kamu akan mengakui kesalahanmu ataukah kamu akan memaksa pendapatmu karena kamu merasa lebih pintar dari aku. Justru menyatukan dua pendapat yang berbeda adalah tantangan yang menarik untukku. Karenanya kita jadi bisa lebih mengenal satu sama lain dan akan menjadi kebaikan untuk kita akhirnya. Nantinya, jika kamu sudah menetap dengan perasaanmu padaku maka ku persilahkan datang kedalam hidupku. Tapi, aku mungkin tidak akan langsung menyambut kedatanganmu dengan senyuman, mungkin aku akan banyak menanyakan apa maksud kedatanganmu. Karena aku sudah lelah berulang kali membuka pintu, dan ternyata yang datang hanyalah seorang tamu dan hanya sekedar membawa rasa ingin tau tentangku. Bukan untuk tinggal dan menetap menemaniku bahagia.
Akibat.
Beberapa hubungan ada yang terpaksa di lanjutkan hanya karena merasa sudah terlanjur, terlanjur sudah memberikan semuanya. Terlanjur sudah berjalan terlalu jauh, terlanjur sudah menyatakan cinta, terlanjur sudah ku kenalkan ke semuanya. Padahal saat itu, hati masih ragu dan fikiran belum mantap dengan pilihan yang ada. Ada hubungan yang dipaksa diteruskan karena diri tidak berani untuk jujur bahwa sebenarnya rasa yang ada dalam hati sudah lama mati. Entah apa penyebabnya diripun tidak tau kapan rasa mati itu mulainya. Begitu sadar dan ternyata terlambat. Tetapi malu untuk mengungkapkannya memilih untuk bungkam karena alasan terlanjur. Terlanjur terikat janji yang pernah disepakati bersama. Harusnya fikirku, mungkin semuanya memang salah jika semuanya sudah terlalu jauh dan tidak ada jalan lain untuk memutar balik ke awal. Karena persolaannya bukan lagi hanya tentang cinta, tetapi tentang pembuktian cinta sebenarnya. Akhirnya mungkin lebih baik diam saja dari pada harus menghancurkan semua yang telah dibangun. Percayalah Cinta Yang Tumbuh Karena Terpaksa Tidak akan Menemukan Arti Bahagia Sesungguhnya, Jadi untuk apa Kau Teruskan Jika Bahagia Adalah Ujung Dari Sebuah Cinta yang Kau Idamkan. Lepaskan Yang Menyakitimu, Tinggalkan Yang Mengganggumu, Kejar Yang Menunggumu Temui dan Pastikan Bahwa Dia Memang Jodohmu.

Komentar