SEHARUSNYA




BAIKLAH
Bila Kau Merindukanku Atau Pernah Sekali Saja Memikirkanku, Barangkali Itu Bukanlah Kebetulan. Karena Embun Yang Menetes Di Pagi Hari Pada Sehelai Daun Pun Punya Alasan Nya Sendiri Bukan. Terlebih Soal Perasaan Pasti Ada Alasan Di Balik Itu Semua. Barangkali Saja Itu Memang Waktumu Untuk Mengenang Kita Yang Tak Seharusnya Di Lupakan Begitu Saja Atau Barangkali Aku Memang Sosok Yang Tak Perlu Kau Gantikan, Karena Itu Bila Suatu Hari Nanti Pasanganmu Bertanya Perihal Aku Jawablah Dengan Jujur Bahwa Dulu Pernah Ada Seorang Lelaki Yang Begitu Dalam Mencintaiku, Yang Begitu Tulus Sampai Rela Melepaskan Karena Ingin Kau Lebih Bahagia Dibandingkan Dengan Saat Bersamanya. Katankanlah Padanya, Bahwa Aku Akan Mengutuknya Menjadi Apapun Yang Tak Ia Inginkan Bila Sampai Hati Menyakitimu. Sampaikan Padanya Bahwa Ia Boleh Saja Cemburu Pada Sosok Aku Namun Tak Perlu Khawatir Bahwa Aku Akan Kembali Padanya Karena Aku Tau Kau Tak Pernah Begitu Dalam Mencintaiku Untuk Mau Tetap Tinggal Dan Berjuang Bersama Lagi. Karena Bila Tidak Kita Tak Akan Pernah Sampai Pada Jarak Sejauh Ini.
KINI,
Mungkin Bukan Kamu Yang Berubah Tapi Mungkin Aku Yang Mulai Berbalik Arah Euphoria Kita Yang Teramat Manis Di Awal Kisah Sesungguhnya Adalah Permulaan Yang Salah Karena Kita Mengawali Kisah Di Dalam Kisah. Karena Bagaimana Pun Bertiga Tetaplah Salah. Bahagia Rasanya Bisa Menjadi Sosok Yang Menghapus Lukamu, Menjadi Seseorang Yang Memberikan Pelukan Dan Menyeka Hujan Pada Pipi Meronamu. Dan Aku Tak Menyangkal Momen Itu Adalah Sebahagia Sebahagianya Yang Aku Rasakan Kala Itu. Namun Sampai Kapankah Aku Hanya Menjadi Bayangan. Melihatmu Masih Saja Menerima Dia Dalam Hari- Harimu. Menyaksikanmu Mendatangiku Saat Diberi Pilu. Hidup Benar- Benar Tak Adil Bagiku. Di Nomor Duakan Oleh Seseorang Yang Selalu Aku Nomor Satukan.( Menyakitkan Bukan ) Ohya Satu Lagi Kisah Kita Tidak Hanya Melibatkan Hatimu Saja Tetapi Hatiku Juga, Setelah Apa Yang Telah Aku Perjuangkan Untukmu. Tolong Hargai Itu. Aku Tau Kamu Mencoba Memberikan Hatimu Kepadaku, Tetapi Sadarkah Jika Itu Sama Sekali Tidak Utuh Untukku. Sekali Lagi Mungkin Ku Tidak Berubah, Aku Hanya Berhenti Dan Mulai Berbalik Arah Aku Hanya Lelah Menjadi Tempat Singgah, Karenanya Mari Kita Berhenti Sejenak Memikirkan Kembali Arah Kita Akan Kemana. Tangan Kita Menggemgam Siapa Hati Kita Teruntuk Yang Mana. Jika Aku Paham Arah Hatiku. Belum Terlambat Untuk Memutuskan. Belum Jauh Aku Meninggalkan.

Komentar