seandai nya...
sejak
saat itu, banyak yang berubah dalam hidupku. Tak ada lagi ruang dan waktu yang
kuperdulikan, tak ada lagi impian yang ingin aku jadikan kenyataan. Semua
hilang dari benaku. Aku bagai berjalan di tengah labirin hitam yang kelam dan
gelap tanpa seorangpun yang paham kesedihan yang ku alami…
Dalam perjalananku mencari
ketenangan, setiap hentakan kakiku melangkah ku iringi dengan renungan
bagaimana ku harus bersikap sewajarnya. Sadar bahwa kehidupanku masih
terbentang panjang, aku tak bisa jika terus menerus bersikap seperti ini.
Kesedihan dalam hati yang membuat wajahku tampak terpuruk bukanlah hal yang
baik ku tunjukan di depan public…
Hingga pada akhirnya aku memutuskan
untuk menutupi semua kesedihan yang aku miliki dengan senyuman meski pada
awalnya sedikit aku paksakan. Jika untuk membuat oranglain membuat nyaman,
bahagia, bahkan tertawa, maka berpura-pura tersenyum bukanlah hal yang buruk.
Saat dunia ini menyembunyikan begitu banyak rahasia yang belum kuketahui, lantas
apa salahnya jika aku melakukan hal yang sama dengan menyembunyikan kesedihanku
dari dunia ini…
Aku mulai memanfaatkan dengan baik
waktu –waktuku yang kumiliki tanpa perlu ada lagi air mata hanya untuk meratapi
sesuatu yang terjadi di masalalu. Aku berusaha untuk menghilang. Terlebih lagi
saat kalimat “ seandainya saja” mulai
terfikirkan kembali. Sebab di balik kalimat itu , tersimpan harapan yang tak
pernah menjadi kenyataan, bahwa semua yang telah terjadi di masa lalu takan
pernah bisa terulang kembali.
HARI TAK BERGUNA...
Komentar