Aku Adalah Si Pemaaf Yang Tak Pernah
Lelah
Dan Kamu Adalah Si Pemberi Luka Yang
Tak Pernah Merasa Bersalah. Begitulah Kisah Kita, Bahkan Hingga Kamu Baca
Tulisan Ini Pun Masih Saja Sama Tak Ada Yang Berbeda. Dirimu Memang Tak Peka
Atau Aku Yang Tak Punya Muka. HAH PEDULI
APA. Biarlah Aku Menikmati Semua Goresan Di Dalam Hati Sendiri. Biarkan Saja
Tiap Sakitnya Membawa Kesenangan Tersendiri. Tiap Perihnya , Kadang Membuatku
Tertawa Tak Berhenti. Kamu Bilang Aku Kembali Lagi Dan Kamu Satu - Satunya, Hahaha
Mungkin Saja. Kalau Begitu Aku Bilang Terimakasih Cinta Atas Luka Katamu Terlalu
Hyperbola Yang Harusnya Jadi Salah Satunya. Kamu Tanya Kenapa ? Karena Kamu
Mengabaikan Lulusku Yang Tak Pernah Habis. Tenang Saja Lambat Laun Tenaga Mulai
Terkikis Untuk Mencintaimu ( Lagi ).
Mungkin Sebentar Lagi Aku Akan
Berpaling Membencimu.
Mungkin Sebentar Lagi Kamu Adalah
Orang Yang Tak Sudi Kubertemu.
Mungkin Sebentar Lagi Kamu Tak Akan
Lagi Terganggu Olehku.
Mungkin Sebentar Lagi Kita Akan
Kembali Lagi Seperti Dulu, Ya Dulu Seperti Kedua Orang Asing Yang Lupa Caranya
Untuk Berbicara Atau Hanya Sekedar Chat WA. Ya Mungkin Seperti Itu.
Karena apa.
Mungkin adanya aku memang Sudah Tidak
Penting Untukmu. Sampai kamu tega semena-mena bermain rasa. Aku terus menerus
bertanya dalam diam. Apa salahku? Perasaan tak terima yang menggebu mulai
terasa menggangu dan menyudutkan upaya ku. Setelah pergimu Tak Pernah Sedetikpun Kamu Merindukanku,
Semudah itukah Semua Hilang Dari Hatimu Semua Yang Pernah Membuat Kita Tertawa.
Kamu Yang Membuat Raguku .
Aku Masih Ingat Saat Kamu Bertanya
Maukah Aku Jadi Kekasihmu. Aku Masih Ingat Perasaan Berbunga Yang
Meletup Letup Di Dadaku Saat Mendengar Kata Cinta. Aku Memang Tegar Tapi
Perihal Melupakan Butuh Proses Yang Panjangkan. Kamu Begitu Sempurna Menyusun
Setiap Adegan Nya, Aku Benar Benar Kau Buat Tak Sadar Dan Terbawa Arus Deras
Untuk Bertahan Begitu Keras Sedangkan Yang Kamu Lakukan Justru Berjuang Untuk
Lepas. Seharusnya Kamu Katakan Saja Jika Sudah Tak Lagi Berdebar Saat Jumpa,
Kamu Katakan Saja Jika Jauh Dariku Sudah Tak Lagi Menumbuhkan Rindu. Setidaknya
Aku Tau Harus Ku Apahkan Perasaanku. Bukan
Seperti Ini, Rasa Nyeri Yang Tak Bertepi Terpaksa Harus Ku Cicipi Lagi Seorang
Diri. Selamat Kamu Berhasil Mempermainkanku, Semoga Kamu Bahagia Dengan
Perjalanan Barumu Tanpa Aku. Kelak Akan
Datang Bingkisan Dariku Saat Aku Terlihat Berkilauan Dan Kamu Dikepung
Penyesalaan. Barangkali Saat Itulah Sakit Hati ini Terbayarkan. Tuntas Menghapus
Bekas Menganga Yang Kamu Ciptakan.
HARI TAK BERGUNA_
Komentar